Penggajian menghitung gaji karyawan dari data yang sudah ada di aplikasi: kehadiran dari Absensi, dan hasil kerja dari Tahapan Produksi. Hasil akhirnya otomatis tercatat sebagai pengeluaran, jadi laporan keuangan Anda ikut benar tanpa dicatat dua kali.
⚠️ Jangan tertukar dengan kategori pengeluaran “Gaji Karyawan”. Kategori itu hanya mencatat nominal; menu Penggajian ini yang menghitungkan.
Langkah 1 — Atur dasar gaji tiap karyawan
Buka Setelan Gaji, pilih karyawan, lalu tentukan dasar hitung-nya. Ada lima pilihan:
| Dasar hitung | Cocok untuk | Yang perlu disiapkan |
|---|---|---|
| Bulanan | Karyawan tetap | Isi gaji per bulan |
| Upah per hari hadir | Karyawan harian | Karyawan harus tertib absen |
| Upah per jam | Paruh waktu | Karyawan harus tertib absen |
| Borongan | Dibayar per hasil kerja | Tahapan Produksi harus aktif, dan tiap tahap diisi tarifnya |
| Manual | Kasus khusus | Nominalnya Anda ketik tiap periode |
Bisa ditambah upah lembur per jam bila diperlukan.
💡 Borongan itu per satuan, bukan satu tarif untuk semua. Menyetrika per kg bisa berbeda tarif dengan melipat per pcs. Isi tarifnya satu per satu sesuai tahap yang benar-benar dikerjakan di outlet Anda.
Kenapa borongan butuh Tahapan Produksi
Gaji borongan dihitung dari pekerjaan yang tercatat atas nama karyawan. Pencatatan itu terjadi saat karyawan menyelesaikan tahap di detail pesanan — lihat Tahapan Produksi.
Kalau Tahapan Produksi belum aktif, tidak ada pekerjaan yang bisa dihitung, dan gaji borongannya akan nol.
Langkah 2 — Catat kasbon (kalau ada)
Buka Kasbon Karyawan → Catat Kasbon, pilih karyawannya dan isi jumlahnya. Saat periode gaji dihitung nanti, kasbon ini otomatis ikut memotong.
Contohnya: gaji sebulan Rp 1.000.000, karyawan punya kasbon Rp 2.000.000 dan sepakat dipotong Rp 400.000 bulan ini.
- Yang diterima karyawan: Rp 600.000
- Sisa kasbonnya: Rp 1.600.000
- Beban gaji di laporan tetap Rp 1.000.000 — karena yang Rp 400.000 itu pelunasan utang, bukan pengurang biaya gaji
Langkah 3 — Buat periode & hitung
- Buka Penggajian, ketuk Buat Periode (misalnya 1–30 September).
- Periode baru berstatus Draft — masih bisa diubah sesuka Anda.
- Ketuk Hitung Ulang. Aplikasi menghitung gaji tiap karyawan sesuai dasarnya masing-masing.
- Periksa hasilnya. Anda masih bisa menambahkan tambahan, potongan, denda terlambat, dan keterangan.
- Kalau sudah yakin, ketuk Finalisasi.
Setelah difinalisasi, statusnya jadi Final: angkanya dibekukan dan otomatis tercatat sebagai Pengeluaran.
💡 Salah setelah difinalisasi? Tenang, ada Batalkan Finalisasi. Perbaiki datanya, lalu finalisasi ulang.
Slip gaji
Karyawan bisa membuka slip gajinya sendiri dari aplikasi, berisi rincian gaji pokok, tambahan, potongan, kasbon, sampai gaji bersih.
Peringatan yang mungkin muncul
| Peringatan | Artinya | Yang perlu dilakukan |
|---|---|---|
| ”Belum diatur — gajinya akan 0” | Karyawan itu belum punya Setelan Gaji | Isi dasar gajinya dulu |
| ”Borongan — tarif belum diisi” | Dasarnya borongan, tapi tarif tahapnya kosong | Isi tarif tiap tahap |
| ”Ada pekerjaan yang tak terbayar” | Ada tahap dikerjakan yang tarifnya belum ada | Isi tarifnya — kalau tetap disimpan, pekerjaan itu dihitung Rp 0 |
| ”Ada pekerjaan tanpa nama pengerja” | Ada tahap selesai tanpa tercatat siapa pengerjanya | Ingatkan karyawan memilih namanya saat menyelesaikan tahap |
Pertanyaan yang sering muncul
Gaji karyawan keluar Rp 0. Hampir selalu karena Setelan Gaji belum diisi, atau dasarnya borongan sementara tarif tahapnya masih kosong.
Gaji harian terasa kurang. Dasar per hari hadir dan per jam mengambil angkanya dari Absensi. Periksa dulu Rekap Absensi — biasanya ada hari yang karyawannya lupa absen.
Perlukah gaji dicatat lagi di menu Pengeluaran? Tidak. Gaji yang sudah Final otomatis masuk ke Pengeluaran. Kalau dicatat manual lagi, laporan Anda jadi dobel.
Bisakah satu karyawan gabungan bulanan dan borongan? Tiap karyawan memakai satu dasar hitung. Untuk komponen tambahan, gunakan kolom tambahan saat periode masih Draft.
Baca juga: Absensi Karyawan · Tahapan Produksi · Karyawan & Hak Akses